News

←   Kembali
KEPALA SEKOLAH YANG EFEKTIF, INOVATIF, BERKARAKTER DAN DIBANGGAKAN WARGA SEKOLAH

KEPALA SEKOLAH YANG EFEKTIF, INOVATIF, BERKARAKTER DAN DIBANGGAKAN WARGA SEKOLAH

Radio AUDISI On Streaming - Menjadi kepala sekolah sangatlah mungkin menjadi impian para guru di area manapun, baik itu PAUD. SD, SMP, SMA  dan SMK. Kenapa tidak? Paling tidak sosok yang berwibawa, membawahi ratusan guru yang siap membantu tugasnya serta penuh dukungan untuk sekolah adalah beberapa hal yang menjadi deskripsi itu.

Banyak kepala sekolah yang berangkat dari Guru Berprestasi, Guru Penggerak, menang dalam lomba inovasi maupun kegiatan lainnya. Ada juga yang lolos dari seleksi guru menjadi kepala sekolah,ikut serta dalam Bimtek (Bimbingan Tehnis) tentang tugas kepala sekolah dan akhirnya menerima SK nya.

Sosok kepala sekolah seperti siapakah yang menjadi idola para guru dan siswa di sekolah? Bagaimana para kepala sekolah memposisikan dirinya dan membentuk karakternya menuju kepala sekolah idola dan kebanggan sekolahnya? Mari kita identifasikan dengan ragam deskripsi di bawah ini.

Artikel ini merupakan kontemplasi bagi para kepala sekolah pemula yang ingin memetakan dirinya sebagai kepala sekolah yang efektif dalam menjalankan tugas, berkreasi pada saat bekerja dengan beragam inovasi dan juga berkarakter karena memegang teguh integritas dan pengabdian untuk peserta didik pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya. Selanjutnya setelah melewati itu semua maka dia akan menjadi kepala sekolah yang dibanggakan sekolahnya.

Menjadi Kepala sekolah itu tidaklah mudah. Ada serangkaian langkah yang harus dilalui dan dipersiapkan. Di saat awal menjadi guru maka dia bisa mempersiapkan untuk mengamati kinerja kepala sekolah dimana dia bekerja,namun juga bisa belajar dari kepala sekolah seperti di SD, SMP, SMA dan SMK.

Selanjutnya bila persyaratannya telah mulai terpenuhi baik secara akademi, kompetensi , maupun persyaratan lain maka dia bisa ikut serta dalam seleksi. Seleksi ini biasanya dilakukan dalam beberapa tahapan mulai dari pemberkasan, interview, seleksi subtantif dan akhirnya Bimtek atau pelatihan untuk menentukan kelayakan menjadi kepala sekolah. Namun seiring berjalannya waktu maka ada kebijakan baru yang juga harus ditempuh.

Dalam konteks ini penulis fokus kepada kepala sekolah SMK karena penulis berada di area itu, yaitu menjadi pengawas SMK.

Langkah yang harus difahami adalah bahwa tugas seorang kepala sekolah adalah banyak, beragam dan penuh lika – liku dalam berkomunikasi dengan para guru, waka, staff maupun stakeholder yang lain.

Tugas-tugas yang dikerjakan oleh kepala sekolah menurut Sergiovanni (1991) adalah 1. Pengembangan program (kurikulum, pembelajaran); 2. Kepegawaian (evaluasi, bimbingan, konferensi, pengangkatan); 3. Manajemen sekolah (kalender mingguan, kantor, anggaran, surat-menyurat, memo-memo); 4. Kegiatan-kegiatan siswa (rapat, pengawasan, perencanaan); 5. Kegiatan kantor di daerah (rapat-rapat, tugas-tugas, laporan-laporan); 6. Kegiatan dengan masyarakat (kelompok penasihat, konferensi orang tua); 7. Perencanaan sekolah (rencana pengembangan sekolah, rencana kegiatan dan anggaran sekolah); 8. Pengembangan profesional (membaca, konferensi, seminar, pelatihan, studi lanjut); 9. Mengembangkan perilaku siswa (disiplin, kehadiran, rapat-rapat, kegiatan intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler).

Nah terkait Leadership (Kepemimpinan) maka ada dua tipe pemimpin yaitu Wishful Leader dan Hopeful Leader. Hopeful Leader berorientasi pada reaksi aktif, Bila ada masalah perilaku siswa dialah yang akan menawarkan bantuan, keyakinan atau membangun kepercayaan dalam berasumsi dan gagasan, mempunyai jalan yang harus diikuti dalam kebijakan, tindakan nyata dan ada perubahan yang dilakukan. Sementara Wishful Leader berlaku sebaliknya.

Untuk mendapatkan kepemimpinan yang efektif maka perlu adanya asumsi yang berupa keyakinan yang akan disampaikan , dilakukan dan dimonitor dalam upaya menjaga keberhasilannya. Bagaimana caranya?

Ajaklah guru untuk menetapkan kondisi yang benar. Misalnya SMK dengan Kompetensi Keahlian Kuliner, guru diminta menciptakan pembelajaran yang benar sesuai prosedur dalam membuat kue maupun masakan lain, penataan meja serta pelayanannya. Praktekanlah dalam Peer-teaching sesama guru sebagai langkah trial sebelum masuk ke kelas. Ini membuat semua standar mutu terjaga untuk semua guru. Jangan sampai kualitas pembelajaran mengalami degradasi di tangan guru yang tidak kompeten dan kurang bertanggung jawab. Tugas kepala sekolah adalah melakukan coaching bagi guru tersebut untuk bisa sampai pada kompetensi yang diinginkan sekolah. Ini yang disebut dengan  “ Semua siswa bisa belajar dari kondisi benar yang ditetapkan”.

“ Siswa dapat bertanggung jawab atas pembelajarannya bila ada peranan guru-siswa dan peranan lain yang telah ditentukan”. Bagaimana cara melakukan konsep ini? Student Involvement atau keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting, karena tidak sekedar materi selesai. Peranan guru dalam membimbing selama proses dan melakukan assesmen sangat mempengaruhi kualitas dari pendidikan di sekolah itu. Ada beberapa sekolah yang diserbu siswa-siswa baru untuk bisa belajar di sekolah tersebut karena ternyata siswa di sekolah itu diperlakukan dengan sangat baik, dilayani proses belajarnya, tidak pernah ada jam kosong, pembelajaran yang nyaman , pemenuhan sarpras dan alat prakteknya serta terjamin setelah lulus akan dicarikan kerja. Inovasi ini sangat dihargai oleh masyarakat karena juga akan meringankan beban orang tua siswa.

Konsep lain yang perlu dipraktekkan adalah “ Sekolah dapat ditransformasikan menjadi caring learning communities (Komunitas Peduli Pendidikan)”. Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka disampaikan perlunya kepala sekolah membentuk Komunitas Praktisi yang harus mempunyai agenda rutin dalam bertemu untuk berdiskusi sesuai tema yang disepakati. Komunitas Praktisi adalah sekelompok orang yang mempunyai profesi yang sama yang berdiskusi , memecahkan masalah, berbagi pengalaman untuk menjadi praktik baik bagi orang lain maupun institusi pendidikan itu.Dalam hal ini bisa dilakukan dengan pertemuan MGMP internal di sekolah atau seluruh guru, boleh juga difasilitasi kepala sekolah dengan menghadirkan guru lain yang bisa sharing praktik baik maupu  dari dudika ( Dunia Indrusti dan Dunia Kerja ). Itulah salah satu inovasi kecil yang bisa dilakukan oleh kepala sekolah.

 

Karakter kepala sekolah tidak hanya ditentukan dengan bagaimana cara dia berkomunikasi dengan para guru, staff dan juga pengawas, orang tua dan stake holder lainnya tetapi juga bagaimana dia bisa melaksanakan hal – hal di bawah ini. Hal penting itu adalah melakukan fungsi Manager bagi sekolah , Supervisor bagi guru dan staff, dan menjalankan Enterpreneurship / Kewirausahaan di level sekolah sehingga sekolah akan produktif dalam menghasilkan jasa dan produk maupun mempunyai Usaha Mandiri (UM)  tetapi juga siswa pun nyaman dalam belajar berdasarkan Production Based Learning. Maka menjadi kepala sekolah yang efektif,inovatif, berkarakter dan dibanggakan oleh warga sekolah pun menjadi hal yang sangat mungkin menjadi kenyataan.

Bagaimana apakah anda tertarik menjadi kepala sekolah? Saya harap banyak hal yang dapat anda lakukan tidak sekedar dari apa yang saya sampikan di atas, karena inovasi tiada henti akan membuat anda berkembang tanpa ada yang bisa membatasi. Kontribusi kita untuk dunia edukasi menjadi jembatan amal perbuatan baik kita yang tak kan pernah putus sepanjang jaman.

Penulis : Dr. Ahlis Qoidah Noor, S.Pd.,M,Pd.

Narasumber PBSI UPGRIS

Pengalaman :

~DLB UIN Walisongo Semarang.

~Pengawas SMK Ahli Madya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

~Praktisi Mengajar Kemdikbud.

~Latar Belakang Guru Bahasa Inggris SMK dan SMA .

~Penulis Buku , artikel on line dan Konten Kreator YouTube.

~ Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK di Jateng.