News

←   Kembali
<font><h1>Supervisi dan Kepengawasan Kepala Sekolah kepada Guru sebagai Implementasi Kompetensi Manajerial </h1></font> <font><h7>Dr. AHLIS QOIDAH NOOR, S.Pd., M.Pd</h7></font><br><br>

Supervisi dan Kepengawasan Kepala Sekolah kepada Guru sebagai Implementasi Kompetensi Manajerial

Dr. AHLIS QOIDAH NOOR, S.Pd., M.Pd

Kepala Sekolah merupkan jabatan strategis yang diberikan kepada seeorang dengan keterampilan dan kompetensi khusus. Sudah seharusnya ada kompetensi yang harus dimiliki. Terdapat 5 kompetensi kepala sekolah yaitu Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Dalam Kompetensi Manajerial terdiri dari (1) Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan, (2) Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan,(3) Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal,(4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif, (5) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. Semuanya ini tercantum dalam Permendikbud Nomor 13 Tahun 2007 tentang 5 Kompetensi Kepala Sekolah .

Berikut ini adalah hal –hal sederhana yang mesti dilakukan terkait Kompetensi Manajerial dari seorang kepala sekolah.  Memberikan briefing bagi para guru oleh kepala sekolah adalah merupakan hal biasa, namun harus dipersiapkan dengan baik. Untuk melakukannya maka perlu beberapa hal sebagai bahan kepala sekolah untuk melakukannya .

Yang pertama adalah bagaimana dia memonitor jurnal pengajaran di setiap kelas yang setiap minggu harus dia tanda tangani . hal ini perlu untuk melihat guru mana saja yang datang tepat waktu, memberikan tugas dan juga datang terlambat atau bahkan tidak datang. Perlu dilakukan evaluasi supaya kegiatan berjalan lancar dan menguntungkan siswa sehingga student’s wellbeing akan terlaksana.Student’s well being adalah bagaimana siswa merasakan nyaman dan aman belajar di sekolah, terpenuhi kebutuhan belajarnya dengan kehadiran guru yang siap mengajar dengan segala persiapannya yang menyenangkan.

Yang kedua adalah bagaimana kepala sekolah bisa melakukan rangkaian supervisi yang menjadi kewajibanya, paling tidak sekali dalam satu semester. Untuk melakukan supervisi maka ada serangkaian hal yang mesti menjadi programnya. Hal ini bisa dimuilai dari pembuatan schedule , pembuatan tim yang akan melakukan supervisi, Surat Keputusan beserta job desknya, pelaksanaan supervisi yang meliputi pembuatan instrumen supervisi, check list observasi, bukti kehadiran, Berita acara, bukti pelaksanaan yang berupa video pendek ataupun foto kegiatan, hasil dari supervisi berupa nilai, deskripsi kegiatan, analisis hasil kegiatan dan tindak lanjut baik itu berupa coaching, mentoring, konseling kepada guru terterntu ataureward kepada guru yang lain.

Supervisi ini berbeda dengan Penilaian Kinerja Guru. Supervisi adalah bagaimana Kepala sekolah melakukan monitoring sekilas kepada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas.

Yang berikutnya adalah pengawasan yang dilakukan oleh Kepala sekolah. Kepengawasan ini bisa berupa banyak hal. Kegiatan seperti pemantauan kehadiran guru dan tindak lanjutnya ketika menghadapi masalah di sekolah menjadi salah satu fokus kepengawasan kepala sekolah. Hal lain adalah pemantauan pada pemakaian seragam, performa guru secara umum, perilaku guru dan juga kebiasaan yang bersifat profesioanl. Kebiasaan itu seperti bagaimana dia melakukan pengembangan berkelanjutan maka kepala sekolah mesti punya data PIKI ( Publikasi Ilmiah dan Karya Inovasi ) bagi semua guru yang menjadi binaanya. Siapa saja yang telah membuat alat peraga, membuat buku, modul, makalah dan inovasi lainnya. Sehingga bila kepala sekolah hendak memilih siapa guru yang paling inovatif maka dia punya data lengkap dan valid atas keputusannya itu. Hal ini juga bisa sebagai data awal utuk memilih siapa guru yang berprestasi di tahun tersebut. Pada akhirnya ini merupakan pelaksanaan dari Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah dalam“ Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik”. Karena guru yang inovatif pasti akan menciptkan ragam alat peraga dan pembelajaran yang menarik minat siswa di kelas sehingga pembelajaran akan lebih berhasil.

Pemantuan dan kepengawasan yang lain adalah dalam hal assesmen. Assesmen menjadi hal penting setelah pembuatan Silabus dan RPP atau ATP ( Alur Tujuan Pembelajaran ) dan Modul Ajar. RPP dan perangkatnya menjadi bagian dari perencanaan pembelajaran, sementara assesmen menjadi bukti kinerja guru dalam keseriusan melaksanakan tolok ukur bagi keberhasilan pembelajaran di kelas. Maka bisa dilihat guru mana saja yang rajin memberikan penilaian di setiap akhir Tujuan Pembelajaran dan mengevaluasi atau menganalisis hasil dari apa yang telah dilaksananan di kelas / KBM. Itu semua tak terlepas dari kompetensi Kepala sekolah dalam  “ Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan”.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kepala sekolah bisa memastikan semua Tenaga Kependidikan bekerja dengan baik dan lancar. Memastikan semua staff Tata Usaha bisa melayani guru dalam Kepegawaian seperti kelancaran kenaikan pangkat dan juga pelayanan lainnya seperti kebersihan di kelas dan juga pengelolaan sumber daya lainnya bila itu adalah bagian dari urusan rumah tangga di Ke Tata Usahaan. Ini merupakan bagian dari kompetensi kepala sekolah dalam hal  “ Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal”. Yang lain adalah bagaiaman kepala sekolah memastikan semua guru bisa mengajar sesuai jam yag dipersyaratkan oleh ketentuan, tidak terlalu kekurangan dan juga tidak berlebih sehingga akan membuat guru tidak efektif dalam membagi waktu antara mengajar, peningkatan profesionalisme dan pembelajaran yang menyenangkan. 

Di era sekolah penggerak dan guru penggerak maka kepala sekolah bisa melakukan banyak hal untuk memotivasi guru ikut serta dalam program tersebut dan juga menjadi pribadi yang tergerak dan bergerak untuk menggerakkan semua lini, saling membantu untuk kemajuan sekolah dan pembelajaran. Kepala sekolah memaninkan peranan penting, dalam hal ini yaitu  “ Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif”.

Itulah sebagian essensi dari Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah yang mestinya menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengelola sekolah.

 

Dr. AHLIS QOIDAH NOOR, S.Pd.,M,Pd

Pengawas SMK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

Praktisi Mengajar Kemdikbud